Limbah Exxon Cemari Lingkungan Aceh
Rabu, 28 Juli 2010 – 09:33 WIB

Limbah Exxon Cemari Lingkungan Aceh
BANDA ACEH– ExxonMobile tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan eks lahan yang dikerjakannya di wilayah Aceh. Bahaya mercury juga mengancam kelangsungan hidup masyarakat di Nangroe Aceh Darussalam. Kini pencemaran zat mercury di kawasan lingkungan lokasi eks laboratorium PT Exxon Mobil di Desa Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, itu sedang dalam penelitian dan tes di laboratorium tanah Unsyiah dan Bapedalda Provinsi Aceh.
“Tim kita beberapa waktu lalu sudah turun ke lokasi, melakukan penelitian terhadap pencemaran yang diduga zat mercury, dan sudah mengambil beberapa sempel untuk diteliti di laboratorium. Sekarang masih dalam proses penelitian. Kita masih menunggu hasilnya," ujar Kepala Bapedalda Aceh, Husaini Samaun kepada koran ini, Selasa (27/7).
Husaini menyebutkan, kawasan lingkungan yang diduga tercemar zat mercury, sementara sudah diisolasi, agar tidak dijamah masyarakat. Karena dampak zat mercury berbahaya bagi kesehatan. “Sementara kita menduga mercury, namun kita masih menunggu hasil tes laboratorium,” jelasnya.
Husaini menmabahkan, jika hasil tes laboratorium zat mercury yang ditinggalkan PT ExxonMobile terbukti benar, maka Bapedalda Aceh akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan langkah dan tindakan agar tidak membahayakan masyarakat. (sud/fuz/jpnn)
BANDA ACEH– ExxonMobile tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan eks lahan yang dikerjakannya di wilayah Aceh. Bahaya mercury
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Identitas 3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Parangtritis, 1 Orang Masih Hilang
- Potongan 20%, Tol Semarang-Jakarta Butuh Saldo Minimal Rp 360 Ribu
- Bang Jago Bergolok yang Memaksa Minta THR Akhirnya Ditangkap
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Wisatawan Asal Jakarta Digulung Ombak Pantai Parangtritis
- Cek Pelabuhan TAA, Kapolres Banyuasin Sampaikan Pesan Penting Ini