Lirik Merauke, Ladin Group Ditolak Pemerintah
Rabu, 10 Februari 2010 – 17:01 WIB

Lirik Merauke, Ladin Group Ditolak Pemerintah
JAKARTA - Pemerintah menolak satu investor dari Arab Saudi, yaitu Ladin Group, yang menyatakan berminat berinvestasi di food estate di Merauke, Papua. "Ditolak, karena tidak sesuai dengan aturan pemerintah untuk food estate," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian (Kementan), Hilman Manan, di sela rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (10/2).
Dikatakan Hilman, ketentuan pemerintah untuk food estate di Merauke itu menyebutkan, antara lain perusahaan (investor) harus melibatkan penduduk lokal lewat kemitraan dan pertanian inti plasma, dengan luasan lahan yang digarap minimal 10 ribu hektar per investor. Sedangkan Ladin Group katanya, meminta agar diberi izin lahan seluas minimal 500.000 hektare, serta hanya untuk menanam khusus beras jenis tertentu yang akan diekspor ke negara-negara Arab.
Baca Juga:
"Semoga aturan ini tidak mengurangi minat investor untuk menggarap lahan di Merauke," ujarnya lagi, sambil menyebutkan bahwa mestinya dengan aturan ini kekhawatiran masyarakat akan proyek yang lebih berpihak kepada investor juga bisa diatasi. (lev/jpnn)
JAKARTA - Pemerintah menolak satu investor dari Arab Saudi, yaitu Ladin Group, yang menyatakan berminat berinvestasi di food estate di Merauke, Papua.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif