Longsor di Ethiopia Selatan Menewaskan 229 Orang

Longsor di Ethiopia Selatan Menewaskan 229 Orang
Ilustrasi - Tanah longsor. (ANTARA/Aditya Rohman/dok)

jpnn.com - ADDIS ABABA - Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Distrik Gofa, Ethiopia selatan, Senin (22/7), meningkat menjadi lebih dari 200 orang.

Demikian konfirmasi yang disampaikan seorang pejabat pemerintah daerah pada Selasa (23/7).

"Hingga saat ini, jumlah korban tewas ditetapkan mencapai 229 orang, terdiri dari 148 laki-laki dan 81 perempuan," kata perwakilan Negara Bagian Regional Selatan Alemayehu Bawdi dalam sebuah pernyataan.

"Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung," tambahnya.

Jumlah korban tewas mungkin akan terus bertambah karena lokasi bencana di distrik terpencil tersebut sangat sulit diakses alat berat karena medan yang terjal, menurut pihak berwenang. 

Upaya penyelamatan masih berlanjut dengan melakukan penggalian manual, kata seorang pejabat distrik yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Pejabat setempat lainnya, Misikir Mitiku, mengatakan kepada lembaga penyiaran negara, Fana Broadcasting Corporate bahwa tim penyelamat juga termasuk di antara korban, dengan beberapa di antaranya hilang selama upaya pencarian dan penyelamatan.

Menyusul bencana tanah longsor yang mematikan tersebut, Gubernur Gofa Dagmawi Ayele mengeluarkan pernyataan yang menekankan perlunya masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Bencana alam tanah longsor di Distrik Gofa, Ethiopia selatan, menewaskan 229 orang. Jumlah korban kemungkinan bertambah.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News