Lotus Optimistis Jadi Anak Emas Renault

jpnn.com - LONDON - Lotus menyambut balapan Formula 1 musim baru dengan optimisme tinggi. Tim asal Enstone itu optimistis bisa melewati Red Bull. Optimisme Lotus tak lepas dari hasil yang dibukukan pada uji coba kedua di Bahrain.
Saat itu, Pastor Maldonaso mampu membukukan waktu terbaik satu menit 38,707 detik. Pembalap asal Venezuela itu juga sukses melahap 59 lap. Sebaliknya, jagoan Red Bull, Daniel Ricciardo hanya bisa mengarungi 15 lap.
Nah, hal itu dianggap sebagai modal berharga untuk menyalip Red Bull yang selama ini menjadi anak emas Renault. Kedua tim memang sama-sama dipasok mesin V6 turbo oleh Renault.
"Saya pikir kami bisa menjadi yang terdepan di Renault. Kami tak mengalami masalah pada uji coba di Bahrain jika dibandingkan dengan tim yang dipasok Renault lainnya (Red Bull)," terang Direktur Teknik Lotus, Nick Chester di laman Crash, Senin (24/2).
Lotus mungkin iri dengan kesuksesan Red Bull menjadi juara dunia empat musim terakhir. Nah, saat ini adalah momen tepat untuk menyalip Red Bull. Pasalnya, Red Bull masih bermasalah dengan mesin V6 turbo.
"Saya tahu para pembalap Red Bull mengalami masalah. Apa yang bisa kami lakukan saat ini adalah tetap fokus dengan diri kami sendiri. Kami harus melakukan yang terbaik," tegas Chester. (jos/jpnn)
LONDON - Lotus menyambut balapan Formula 1 musim baru dengan optimisme tinggi. Tim asal Enstone itu optimistis bisa melewati Red Bull. Optimisme
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- PP POTSI Mulai Jaring Atlet Teqball untuk Persiapan Asian Youth Games 2025
- Bejo Sugiantoro Meninggal, Kehilangan Terdalam Striker Persib
- Dean James Pamer Skill Lawan PSV Eindhoven, Calvin Verdonk Wajib Waspada
- Harapan Bojan Hodak saat Persib Jumpa Persebaya di Awal Ramadan
- Jadwal 16 Besar German Open 2025: 4 Wakil Merah Putih Berjuang
- 16 Besar German Open 2025: Alwi Farhan tak Gentar Hadapi Viktor Axelsen