LPEI Kenalkan Penopang Ekspor Tenun di Perhelatan G-20

Ke depan, Program Desa Devisa LPEI ditargetkan dapat direplikasi oleh berbagai wilayah dan komoditas lainnya di Indonesia.
Di tengah pandemi global, LPEI terus membangun kapasitas UMKM berorientasi ekspor agar mampu bertahan dan menggarap pasar ekspor non tradisional.
“Kami merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam ajang bersejarah ini. Pada kesempatan ini, kami menampilkan produk dari mitra binaan kami, yang salah satunya merupakan hasil dari Program Desa Devisa berupa kerajinan dan aksesoris perak APIKRI yang berasal dari Bantul, Yogyakarta,” ujar Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso di JCC, Senayan, Jakarta.
Desa Devisa merupakan program pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha dan pengembangan komoditas unggulan suatu daerah dengan tujuan akhir ekspor.
Program Desa Devisa merupakan salah satu wujud inklusi keuangan yang diberikan LPEI, sebagai perpanjangan tangan pemerintah kepada pelaku UMKM, khususnya yang berorientasi ekspor di tengah pandemi Covid-19.
Program ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi wilayah dan komoditas lainnya di Indonesia dan dapat membantu program pemulihan ekonomi nasional.(chi/jpnn)
Program Desa Devisa merupakan salah satu wujud inklusi keuangan yang diberikan LPEI, sebagai perpanjangan tangan pemerintah kepada pelaku UMKM, khususnya yang berorientasi ekspor di tengah pandemi Covid-19.
Redaktur & Reporter : Yessy
- IHSG Memang Anjlok Selasa Kemarin, Tetapi Penyerapan SBN Sesuai APBN
- Herman Deru Resmi Meluncurkan Gebyar Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sumsel
- Perluas Inklusi Keuangan, BNI Gandeng Duluin
- BRI Life Catat Total APE Bancassurance Capai Rp 3,416 triliun
- KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Kredit LPEI, Kerugian Rp11,7 Triliun
- Bea Cukai dan LPEI Berkolaborasi Dorong UMKM Memperluas Pasar ke Luar Negeri