LPkM Universitas Bakrie Gelar Mindshare Meet Up, Bahas Strategi Mitigasi Bencana Banjir Jabodetabek

Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya integrasi kebijakan antarwilayah Jabodetabek dalam menghadapi tantangan urbanisasi. Menurutnya, tantangan besar Jabodetabek adalah menyeimbangkan pembangunan dengan konservasi lingkungan.
Kegiatan yang dihadiri dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Universitas Bakrie ini berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi tentang berbagai aspek mitigasi banjir.
Di akhir acara, Prof. Ardiansyah menyimpulkan bahwa mitigasi banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, sinergi lintas sektor serta kontribusi masyarakat sangat diperlukan agar upaya mitigasi bisa efektif dan berkelanjutan.
“LPkM Universitas Bakrie berkomitmen untuk terus menyelenggarakan forum diskusiilmiah seperti ini untuk menghasilkan rekomendasi nyata dalam memitigasi berbagaipersoalan perkotaan, khususnya banjir” pungkasnya.
Acara ini merupakan bagian dari kontribusi LPkM Universitas Bakrie terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.(ray/jpnn)
Bencana banjir bandang yang melanda Jabodetabek pada awal Maret lalu mengingatkan kembali pentingnya mitigasi yang berkelanjutan.
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
- BNPB Sebut Kerugian Akibat Bencana Banjir di Jabodetabek Mencapai Rp 1,69 Triliun
- Waka MPR Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Tolitoli
- Ketua DPD RI Sultan B Najamudin Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi
- Ratusan Brimob Disebar ke Titik Banjir Jabodetabek, Evakuasi Anak-Lansia
- Banjir di Bekasi Meluas, Ketinggian Capai 3 Meter
- BPBD: Banjir di Samarinda Memutus Akses ke Bontang