Luar Biasa! Lantamal VII Kembangkan Teknologi Pertanian Hemat Air

jpnn.com, KUPANG - Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal VII, Letkol Laut (T) Endro Wahyu mendampingi Tim Konsultan Pertanian melihat secara langsung instalasi pertanian sistem irigasi tetes atau Drip Irrigation.
Acara tersebut berlangsung di lahan ketahanan pangan Lantamal VII bertempat di Komplek TNI AL Osmok, Kupang, NTT pada Senin (25/5).
Drip irrigation atau irigasi tetes adalah salah satu jenis teknologi di bidang pertanian yang mengalirkan air secara otomatis, dalam bentuk tetes dengan menggunakan selang atau pipa air.
Hal ini bertujuan untuk penghematan dalam penggunaan air, serta penggunaan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi biaya operasional khususnya di wilayah yang kekurangan air seperti di Kupang saat ini.
Dispotmar Lantamal VII yang bekerja sama dengan Konsultan Pertanian merencanakan pemakaian sistem irigasi tetes atau Drip Irrigation dalam rangka mendukung kegiatan penyiraman tanaman di lahan ketahanan pangan Lantamal VII.
"Kami melaksanakan survei lokasi untuk menentukan dan menghitung rencana kebutuhan yang akan dipakai dalam pembangunan Drip Irrigation atau irigasi tetes di Lahan Ketahanan Pangan Lantamal VII ini,“ ungkap Endro Wahyu di sela kegiatan.
Dia juga menambahkan jika program ketahanan pangan tersebut adalah instruksi langsung Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto terhadap jajaran di bawah Koarmada II dalam upaya antisipasi bencana kekeringan, maupun dampak Covid-19.(fri/jpnn)
Irigasi tetes adalah salah satu jenis teknologi di bidang pertanian yang mengalirkan air secara otomatis, dalam bentuk tetes dengan menggunakan selang atau pipa air.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Respons KSAL soal Kasus Oknum TNI AL Diduga Bunuh Juwita
- Sosok Juwita, Jurnalis Korban Pembunuhan Anggota TNI AL
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- Jurnalis Bernama Juwita Dibunuh, Pelakunya Anggota TNI AL
- Anak Bos Rental Mobil: Kami Belum Bisa Memaafkan Para Pelaku Penembakan
- TNI AL dan Tim SAR Gabungan Mengevakuasi Mayat Terapung di Perairan Pulau Cempedak Kalbar