Lukas Enembe Ditahan KPK, Uangnya Diduga Mengalir Sampai Australia

Lukas disebut terdeteksi menggunakan dana tersebut untuk membayar premi asuransi hingga Rp6 miliar dan deposito bank.
Desakan dari aktivis antikorupsi
Dengan tertangkapnya Lukas, MAKI mengatakan "selamat kepada KPK yang akhirnya berhasil menangkap Lukas Enembe".
Tapi Boyamin mengatakan KPK cenderung lambat dan "posisinya melemah".
"Bahkan pimpinan KPK pernah mengatakan tidak berani menangkap Lukas Enembe karena takut ada konflik horizontal dan sebagainya," ujar Boyamin, Selasa kemarin.
"Ini justru malah melemahkan semangat teman-teman di Papua yang ingin memberantas korupsi, termasuk ingin menengakkan hukum pada Lukas Enembe," tambahnya.
Boyamin juga mengatakan tidak semua orang mendukung Lukas, karena menurutnya demo-demo yang dilakukan massa pendukungnya hanya dari Tolikara, tempat asal Lukas.
Ketidaktegasan KPK juga pernah disorot Indonesia Corruption Watch (ICW).
"Dalam hal Lukas benar terbukti sedang sakit, itu tidak bisa menghentikan langkah KPK menyidik perkara tersebut ... KPK diperkenankan menerapkan pembantaran terhadap Lukas sehingga dia dianggap layak diperhadapkan dengan proses hukum," tutur Koordinator ICW, Agus Sunaryanto.
Aktivis antikorupsi berharap agar penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe bisa dikembangkan tidak hanya pada dugaan penerimaan suap, tapi juga dugaan penyalagunaan dana otonomi khusus Papua dan pencucian uang di luar negeri
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi