Luncurkan Kemeja Batik, Hidayat Bantah Tiru Jokowi
Kamis, 26 April 2012 – 20:19 WIB

Luncurkan Kemeja Batik, Hidayat Bantah Tiru Jokowi
JAKARTA-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nur Wahid dan Didik Rachbini meluncurkan kemeja batik bertuliskan "Ayo Beresin Jakarta". Namun Hidayat menolak jika peluncuran batik karyanya disebut mengekor langkah pasangan cagub Jokowi-Ahok yang sudah lebih dulu memperkenalkan kemeja kotak-kotak andalan keduanya.
"Kita bukan follower, tapi kita create. Budaya dasar kita kok batik, ada Betawi, bukan ikut-ikutan. Ini inovasi dan kreasi budaya kita yang diakui oleh UNESCO," kata Hidayat usai acara peluncuran kemeja batik di Toko Batik Pekalongan Umang, Thamrin City, Jakarta, Kamis (26/4).
Baca Juga:
Baju batik yang dibuat Hidayat-Didik berwarna oranye yang menjadi warna khas kota Jakarta. Kemeja batik tersebut juga dihiasi motif gambar Monas, gedung bertingkat, taman dan buah. Baju batik yang menjadi pakaian resmi tim sukses Hidayat-Didik ini dijual oleh Toko Batik Pekalongan Umang seharga Rp40 ribu.
Hidayat menjelaskan, timnya sudah memproduksi 50 ribu lembar kemeja batik "Ayo Beresin Jakarta". Menurutnya, puluhan ribu kemeja batik oranye itu bukan dijual melainkan diwakafkan. Menurutnya, hasil penjualan batik akan digunakan untuk membantu perekonomian warga Jakarta.
JAKARTA-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nur Wahid dan Didik Rachbini meluncurkan kemeja batik bertuliskan "Ayo Beresin Jakarta".
BERITA TERKAIT
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu