Maaf Udang
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Ternyata mereka menyambut dengan antusias. Juga anak-anak mereka. Saya pun menyiapkan lagu-lagunya.
"Asyiiiik," kata mereka sambil ikut bergoyang-goyang. Itulah jogetan menyambut terbitnya matahari dari permukaan air laut yang tidak ikut bergoyang.
Pukul 10.00 pengeras suara dari kapal mengumumkan: kapal sudah mendekati daratan Lombok Barat. Garbarata sudah disiapkan di dermaga.
Satu jam kemudian kami turun di Lembar. Di Dermaga khusus penumpang. Lokasinya berbeda dengan pelabuhan untuk kapal barang di Lembar. Tidak saling terlihat. Beda teluk. Berarti sudah lama saya tidak naik kapal ke Lombok.
Kami hanya membawa satu mobil dari Surabaya. Dua mobil lagi sudah menjemput di Lembar.
Kedatangan kapal ini jauh lebih awal dari perkiraan kami. Banyak waktu. Salah satu cucu saya ingin mampir ke Trans Studio di Mataram. Ia ingin naik roller coaster di situ.
Awalnya saya heran: apa istimewanya roller coaster di Lombok. Ternyata ada rahasia yang selama ini tidak ia banggakan: ia sedang berlomba membuat rekor. Siapa paling banyak naik roller coaster di lokasi, kota, dan negara yang berbeda. Dengan yang di Mataram ini nanti rekornya bertambah: 90 lokasi.
Ia kecewa.
Pulang untuk Lebaran. Itulah mayoritas penumpang kapal ferry jurusan Surabaya-Lombok ini. Jumlahnya 980 orang –umumnya suami-istri dan anak.
- Volume Kendaraan Meninggalkan Jogja Meningkat
- Arus Balik Mudik Lebaran, Polisi Terapkan Skema One Way Lokal dan Nasional
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- 5 Ruas Tol Trans Sumatera Ini Gratis saat Arus Balik Lebaran
- Pagar Danau