Maaf Udang

Oleh: Dahlan Iskan

Maaf Udang
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Jalan menuju Trans Studio ditutup. Hari itu ada karnaval besar Ogoh-Ogoh di Mataram.

Masyarakat Hindu di Lombok menyambut hari raya sunyi keesokan harinya: Nyepi. Banyak orang suku Bali di Lombok Barat.

"Mampir Mandalika saja," usul saya. Semua setuju. Dari 12 orang baru saya dan Azrul yang sudah pernah ke Mandalika.

''Tur Dadakan Mandalika'' pun lancar. Ternyata menyenangkan mereka, apalagi bisa satu lap mengelilingi arena balap motor kelas dunia itu.

Pukul 10.00 pengeras suara dari kapal mengumumkan: kapal sudah mendekati daratan Lombok Barat. Garbarata sudah disiapkan di dermaga.

Satu jam kemudian kami turun di Lembar. Di dermaga khusus penumpang. Lokasinya berbeda dengan pelabuhan Lembar untuk kapal barang. Tidak saling terlihat. Beda teluk. Berarti sudah lama saya tidak naik kapal ke Lombok.

Kami hanya membawa satu mobil dari Surabaya. Dua mobil lagi sudah menjemput di Lembar.

Kedatangan kapal ini jauh lebih awal dari perkiraan kami. Banyak waktu. Salah satu cucu saya ingin mampir ke Trans Studio di Mataram. Ia ingin naik roller coaster di situ.

Pulang untuk Lebaran. Itulah mayoritas penumpang kapal ferry jurusan Surabaya-Lombok ini. Jumlahnya 980 orang –umumnya suami-istri dan anak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News