Maduro Buka Perbatasan, 30 Ribu Warga Venezuela Langsung Ngacir ke Kolombia

BACA JUGA: Tak Ada Air untuk Siram Toilet, Venezuela Kembali Diguncang People Power
Kontainer-kontainer tersebut sengaja dibiarkan melintang di mulut jembatan karena Venezuela tetap tidak mau bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat (AS) masuk.
''Mereka belum menyingkirkan kargo. Kami sulit menyeberang,'' keluh Carlos Julio Perers kepada Agence France-Presse. Sama seperti Rangle, dia ngotot ke Kolombia untuk mendapatkan bantuan kesehatan.
Pemerintahan Maduro menjejer kontainer di perbatasan sejak Februari lalu. Saat itu mereka menutup hampir semua akses perbatasan sebagai upaya tegas mencegat kiriman bantuan AS.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pengiriman bahan pangan dan obat-obatan ke Venezuela atas permintaan Juan Guaido, pemimpin oposisi. Latar belakang pengiriman bantuan itulah yang membuat Maduro geram. (bil/c5/hep)
Rakyat Venezuela telah menentukan sikap. Mereka tidak mau hidup di bawah rezim bobrok dan korup Nicolas Maduro dan memilih menyebrang ke Kolombia
Redaktur & Reporter : Adil
- Ancaman Trump Berhasil, Kolombia Turuti Kemauan AS soal Imigran Ilegal
- Perang Kelompok Telan 80 Nyawa, Ribuan Warga Sipil Mengungsi
- Bus Wisata Masuk Jurang, 19 Penumpang Tewas, Sopir Selamat
- Aplikasi Signal Tak Bisa Diakses di Venezuela dan Rusia
- Tak Terima Hasil Pilpres Venezuela, Amerika Desak Jagoannya Diakui sebagai Pemenang
- Respons Liverpool Terkait Keributan Darwin Nunez dengan Fan Kolombia