Mahakam Ulu & Kubar Direndam Banjir, Irwan Demokrat Soroti Minimnya Mitigasi

Peningkatan debit air melebihi kapasitas normal tersebut mengakibatkan terjadi genangan pada bantaran Sungai Mahakam yang sebagian besar wilayah permukiman warga.
"Lokasi bencana banjir sebagian besar terisolir karena terkendala sarana infrastruktur jalan terputus dan tidak ada sinyal komunikasi," ucap ketua DPD Partai Demokrat Kaltim itu.
Oleh karena itu, anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di partai berlambang bintang mercy itu mengusulkan solusi mitigasi jangka panjang di kedua daerah tersebut.
Setidaknya Irwan menyodorkan tiga langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk penanganan non-struktural. Pertama, penerapan konsep peringatan dini bencana banjir dengan memanfaatkan pembacaan citra satelit hujan melalui koordinasi dengan BMKG.
Politikus yang beken disapa dengan panggilan Irwan Fecho itu mengatakan pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat nihil informasi terkait peringatan dini bencana banjir.
Berikutnya, penyiapan zonasi areal rawan banjir dan konstruksi titik-titik lokasi evakuasi sebagai salah satu tahap lanjutan peringatan dini banjir.
Dia mengatakan masyarakat tidak boleh dibiarkan panik dan melakukan evakuasi mandiri saat dan pascabencana banjir terjadi.
Ketiga, dia menekankan perlunya sosialisasi dan regulasi untuk mengaktifkan kembali kearifan lokal rumah panggung yang sudah terbukti aman dari genangan banjir.
Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Irwan Fecho menyoroti minimnya mitigasi terkait bencana banjir yang melanda Mahakam Ulu dan Kutai Barat, Kaltim.
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Arus Mudik Lebaran Lancar, Anggota DPR Apresiasi Kerja Keras Korlantas Polri
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat