Mahasiswa Asing dan Pemegang Visa Sementara di Tasmania Dapat Bantuan Keuangan

Dalam berbagai paket bantuan ekonomi yang sudah diumumkan sebelumnya, para pemegang visa sementara di Australia tidak mendapat bantuan apapun.
Sekarang pemerintah negara bagian Tasmania menyediakan paket bantuan sebesar $3 juta (sekitar Rp 30 miliar) bagi sekitar 26 ribu pemegang visa sementara di sana, berkenaan dengan pandemik COVID-19.
Karena memegang visa sementara, mereka biasanya tidak mendapatkan bantuan apapun, seperti yang berlaku untuk warga negara dan mereka yang sudah memiliki status warga permanen di Australia.
Sekarang mereka yang bisa membuktikan mengalami kesulitan keuangan di Tasmania akan mendapat bantuan $ 250 (sekitar Rp 2,5 juta) per orang, dan $1 ribu (sekitar Rp 10 juta) per keluarga.
Kebanyakan pemegang visa sementara ini adalah mereka yang baru tiba dan banyak tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menteri Utama (Premier) Tasmania Peter Gutwein mengatakan adalah 'tindakan yang adil' guna membantu mereka yang sudah memberikan sumbangan bagi perekonomian negara bagian tersebut.
"Penting sekali membantu orang-orang ini yang sudah bekerja dalam masyarakat dan mendapat penghasilan, dan paket ini akan bisa membantu meringankan beban mereka." katanya.
Dalam berbagai paket bantuan ekonomi yang sudah diumumkan sebelumnya, para pemegang visa sementara di Australia tidak mendapat bantuan apapun
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun