Mahasiswa Indonesia Berharap Dijemput untuk Kembali ke Australia

Walau demikian, ia mengatakan universitasnya sudah menyediakan solusi yang cukup membantu.
"Sebenarnya dari pihak universitas ada semacam support [bantuan]. Jadi, kuliah di Zoom itu direkam, kemudian diunggah di website kampus."
Menurutnya jika ada kuliah yang tertinggal, maka bisa mengikutinya lewat rekaman video.

Keterbatasan tidak dapat mengikuti kuliah lewat tatap muka menjadi tantangan banyak mahasiswa internasional, seperti yang dialami Michael Connis Tanaem yang kini menempuh pendidikan S2 Hubungan Internasional di University of Melbourne secara online.
"Soal interaksi dengan teman-teman, karena banyak juga kan aktivitas kelompok dan kami belum saling mengenal. Tidak bisa maksimal perkenalan kalau melalui online," kata dia.
"Berbeda dengan tatap muka langsung, seperti belum ada chemistry nya."
Menurut Michael yang kini kuliah online dari Jakarta, suasana belajar di kampus pastinya akan berbeda dengan di rumah.
Australia Selatan akan menjadi negara bagian pertama di Australia yang menjemput mahasiswa internasional kembali ke universitas
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi