Mahasiswa Indonesia Penerima Beasiswa Australia Dituduh Lecehkan 30 Perempuan


Mewakili LBH Yogyakarta, dalam jumpa pers tersebut, Meila Nurul Fajriah mengatakan bahwa lembaganya menerima laporan pelecehan seksual oleh Ibrahim yang terjadi di tahun 2016.
Dugaan tersebut, menurut pernyataan Meila, terjadi di Indonesia dan Australia.
Selain sebagai mahasiswa, Ibrahim dikenal sebagai "ustaz" dan "pembicara motivator" di kalangan anak muda.
Juga disampaikan dalam jumpa pers tersebut, bahwa Ibrahim diduga menghubungi para perempuan pelapor melalui pesan Instagram, WhatsApp, telepon langsung, dan panggilan video.
"Kami merasa senang ketika pertama kali diundang untuk berkomunikasi dengan Ibrahim, karena dia memberikan banyak pesan motivasi, seperti bagaimana caranya mendapatkan beasiswa dan sering menghadiri konferensi di luar negeri," ujar Melia membacakan sejumlah kesaksian dari pelapor.
"Ada juga kejadian saat penyintas menerima panggilan video, langsung dihadapkan pada keadaan di mana Ibrahim Malik sedang menggoyang-goyangkan alat kelaminnya," ujar Meila membacakan isi salah satu laporan.

Setidaknya ada 30 perempuan yang sudah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang berkuliah di Australia
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana