Mahasiswa Internasional di Melbourne Dapat Voucher Rp 2 Juta untuk Beli Makanan Di Vic Market

"Saya tidak tahu cara memilih mereka [pihak universitas] seperti apa, karena mereka tidak mengakomodasi [pilihan mahasiswa] yang 'single' atau 'family' di dalam form nya," kata Tiyon, yang istrinya juga kehilangan pendapatan sejak pandemi COVID-19.
"Akhirnya mungkin [siswa] yang duluan 'apply', yang akan dapat lebih dulu. Akhirnya, yang lebih membutuhkan tidak dapat."
Tiyon namun merasa bersyukur telah menerima bantuan dari komunitas, berupa bantuan pangan, yang turut meringankan beban keluarganya.
Voucher makanan dinilai efektif
Menurut Philip Le Liu salah seorang pejabat yang bekerja di Dewan Kota Melbourne, saat ini mahasiswa internasional di Melbourne merupakan salah satu yang paling merasakan dampak pandemi COVID-19.
"Ribuan mahasiswa internasional berada di kota kita, kebanyakan dari mereka telah kehilangan pekerjaan dan memiliki akses terbatas terhadap bantuan pemerintah," kata Phillp Le Liu.
"Program voucher makanan ini sederhana namun diperkirakan efektif dalam membantu meringankan beban stress di masa ini."

(Foto: Supplied)
Program ini pun dilihat penting oleh Ida yang melihat kesulitan teman-teman mahasiswanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kota Melbourne memberikan bantuan bagi mahasiswa internasional berupa voucher senilai AU$200 (Rp2 juta) per orang, untuk dibelanjakan di Queen Victoria Market, salah satu pasar terbesar di kota tersebut
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi