Mahmoed Marzuki, Kaki Diikat, Kepalanya di Bawah, Dicambuk
Kisah Pahlawan yang Wafat di Usia Muda

jpnn.com - Bagi masyarakat Riau, terutama Kampar, nama Mahmoed Marzuki barangkali tak asing lagi. Perjuangannya di masa penjajahan, tercatat di dalam sejarah.
Jasanya dalam merebut kemerdekaan di usia muda sudah sangat di kenal. Kalau pada akhirnya dia diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, sudah sesuatu hal yang wajar.
Laporan: SARIDAL MAIJAR, Bangkinang Kota
Mahmoed Marzuki lahir di Kampar, tahun 1911. Dia wafat pada usia 35 tahun, tepatnya pada tahun 1946. Usia yang masih muda.
Meski banyak jasanya dalam mengusir penjajah, namun hanya seatahun dia bisa menikmati kemerdekaan.
Kini jasadnya dimakamkan di Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Makamnya berada di lingkungan Pondok Pesantren Mualimin Muhammadyah, Desa Kumantan. Pesantren yang didirikannya semasa hidup.
Abdul Latif Hasyim merupakan salah seorang tim peneliti sejarah perjuangan Mahmoed Marzuki ini. Dia paham kisah perjuangan Mahmoed Marzuki.
"Kita harus bangga punya pahlawan seperti ini. Almarhum sangat pantas diangkat sebagai Pahlawan Nasional," ujarnya kepada Riau Pos (Jawa Pos Group) di Bangkinang Kota, Jumat (27/10).
Di Riau, Kampar khususnya, Mahmoed Marzuki membentuk semacam pergerakan pejuang. Anggotanya ada juga yang tergabung dalam Harimau Kampar.
- Gubernur Jateng Setuju RM Margono Kakek Prabowo jadi Pahlawan Nasional
- Tuan Rondahaim Saragih: Pahlawan Nasional 2025 Asal Sumatera utara, Ahli Strategi Perang Gerilya Melawan Belanda
- Yayasan Merah Putih Peduli Nyekar di Makam RM Margono Djojohadikusumo
- Gelar Seminar Nasional, Yayasan Merah Putih Peduli & Unhan Dukung Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional
- Gelar Seminar Nasional, Yayasan Merah Putih Peduli Usulkan Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional
- Mensos Gus Ipul Nilai Kakek Prabowo Sangat Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional