Mahyudin Usul Bikin Film tentang Pengasingan Bung Karno

jpnn.com, BANJARMASIN - Wakil Ketua MPR RI H.Mahyudin ST, MM mengusulkan agar pemerintah menginisiasi pembuatan film tentang kisah Presiden Pertama RI Soekarno semasa menjalani masa pengasingan di Ende, NTT dan di Sumatera.
Film tentang Bung Karno, menurut Mahyudin, penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda bangsa. Lebih dari itu, agar para generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan para pendiri bangsa.
“Buat saja film perjuangan Bung Karno seperti saat dibuang ke NTT, ke Sumatera. Buka dibuat tentang sisi percintaannya. Itu, saya kita tidak terlalu menarik,” ujar Mahyudin kepada wartawan usai membuka acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada ratusan santri/pemuda di Kampus Peradaban Hidayatullah Samarinda, Kaltim, Jumat (22/9).
Mengenai biaya pembuatan film tentang Bung Karno, kata Mahyudin, memang sebaiknya dari pemerintah.
Tujuannya agar film itu betul-betul diarahkan untuk menumbuhkan nasionalisme. Bukan film bisnis yang diputar untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan hal tersebut saat dimintai tanggapan soal film G30S/PKI. Menurutnya, polemik mengenai film itu terlalu berlebihan, seiring dengan isu bangkitnya komunisme.
Dia yakin, sudah tidak ada lagi gerakan PKI. ”Kalau diwaspadai memang perlu, tapi kalau bilang ada gerakan, saya kira tidak,” cetusnya.
Dikatakan, Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 belum dicabut alias masih berlaku. Bahwa segala macam hal yang berbau PKI dengan segala atributnya dilarang di Indonesia.
Film tentang Bung Karno, menurut Mahyudin, penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda bangsa.
- IHSG Anjlok, Waka MPR: Kuatkan Basis Investor Instituional Domestik
- Gelar Bazar Murah di Subang, Waka MPR: Ringankan Beban Masyarakat
- Waka MPR Jajaki Peluang Investasi di Bidang Teknologi Karbon Rendah
- Dukung Eksistensi BPKH, Ketua MPR: Penting untuk Meringankan Biaya Haji
- Anak Menkum Supratman dan Ahmad Ali Dilaporkan ke KPK terkait Pemilihan Pimpinan MPR dan DPD
- Waka MPR Apresiasi Penjelasan Dirut Pertamina: Redam Kegundahan Publik