Majelis Hakim Tolak Keberatan Afriyani
Kamis, 17 Mei 2012 – 08:48 WIB

Majelis Hakim Tolak Keberatan Afriyani
JAKARTA - Sopir 'Xenia' maut, Afriyani Susanti kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (16/5). Dalam sidang keempat ini, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak keberatan yang diajukan tim penasihat hukum Afriyani. Sehingga, dakwaaan pasal pembunuhan yang dikenakan terhadap Afriyani bisa diteruskan dalam persidangan tersebut. Tapi alasan ini tetap ditolak majelis hakim. Menurut hakim pengenaan Pasal 338 KUHP, yakni pasal pembunuhan serta Pasal 311 ayat (4) (5) dan pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sudah masuk dalam pokok perkara.
"Menyatakan tidak dapat diterima seluruh keberatan yang diajukan penasihat hukum terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Antonius Widyatono, saat membacakan putusan sela di Jakarta, Kemarin (16/5).
Baca Juga:
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan dakwaan JPU telah disusun dengan cermat dan lengkap sesuai ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP. Sebelumnya dalam eksepsi, Afriyani keberatan dengan surat dakwaan yang mencantumkan pasal pembunuhan. Alasannya, karena kecelakaan tidak bisa disandingkan dengan pasal pembunuhan.
Baca Juga:
UU lalu lintas dan angkutan barang menyatakan, pasal tersebut tidak berdiri sendiri dan berkaitan erat dengan pasal 25 dan pasal 45 ayat 1 UU lalu lintas. ‚"Majelis berpendapat keberatan terdakwa tersebut di atas tidak eksepsional, karena sudah masuk ke pokok perkara," kata Antonius.
JAKARTA - Sopir 'Xenia' maut, Afriyani Susanti kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (16/5). Dalam sidang keempat
BERITA TERKAIT
- Prabowo Sebut Petani Harus Bisa Punya Rumah dan Mobil
- Sempat Geger Soal Surat Panggilan, Sidang Gugatan Terhadap Budiharjo Digelar di PN Jambi
- Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
- Kemenkes & Takeda Edukasi Pentingnya Pencegahan Dengue, Jangan Tunggu Wabah Datang
- PKPU Menjadi Harapan Terakhir Untuk Kembalikan Dana Nasabah PT Fikasa Group
- Gereja Katedral Bandung Gelar Misa Requiem untuk Paus Fransiskus