Makassar Ricuh, 2 Pendukung Cagub Bentrok
Sebuah Sepeda Motor dibakar, Belasan Orang Terkena Busur
Jumat, 01 Februari 2013 – 02:05 WIB

Massa dari calon gubernur nomor satu berorasi di Jl Slamet Riyadi tidak jauh dari Hotel Singgasana temapt berlangsungnya rekapitulasi suara oleh KPUD Sulsel, Kamis (31/1) dan aksi ini dijaga ketat oleh aparat keamanan dari TNI/POLRI. TAWAKKAL/FAJAR/JPNN
MAKASSAR - Dua kubu pendukung pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) terlibat bentrok di Jalan Lasinrang dan Sudirman, Kota Makassar, Jumat (31/1). Bentrok pecah sesaat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pasangan nomor urut 2, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang sebagai gubernur terpilih periode 2013-2018. Iring-iringan massa pendukukng kontestan nomor 2 tiba-tiba menyerang massa IA. Mereka berbekal senjata papporo, busur,badik,batu dan pentungan. Massa IA yang sudah siaga menyambut serangan itu. Mereka sempat berhadap-hadapan dan saling membalas serangan.
Kericuhan ini terjadi sekitar pukul 17.00 saat sebuah mobil yang menggunakan branding kontestan nomor urut 2 melintas di jalan Jenderal sudirman. Mobil kombinasi warna kuning dan orange itu kemudian dikejar oleh simpatisan Ilham yang berkumpul di pertigaan jalan Batuputih-Jenderal Sudirman insiden ini memicu bentrokan kecil. Namun sempat reda sesaat.
Beruntung tersebut berhasil lolos dari kejaran massa. Tak berapa lama, massa IA mulai menutup Jalan Jenderal sudirman dan Jalan Lagaligo yang memotong tepat di Jalan Lasinrang.
Baca Juga:
MAKASSAR - Dua kubu pendukung pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) terlibat bentrok di Jalan Lasinrang dan Sudirman, Kota
BERITA TERKAIT
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump