Makian DeLiang

Oleh: Dahlan Iskan

Makian DeLiang
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Saya berharap DeLiang nanti bisa kuliah di Amerika atau Inggris. Minatnya di bidang science, matematika, dan fisika sangat besar," ujar Ario.

Liburan Imlek ini Ario berada di Trenggalek, di kampung sang istri: dekat alun-alun kota. Dia dalam posisi siap terbang ke Ternate begitu ibunya tidak tertangani dengan baik.

Orang tua Ario tergolong "orang pulau" yang sebenar-benarnya. Yakni orang Labuha –yang Anda pasti belum tahu di mana letaknya di peta.

Itu pulau ketiga di selatan pulau Tidore. Tetapi Ario sendiri lahir di Pulau Makian –pulau yang lain lagi, yang berjarak beberapa pulau dari Labuha.

Karena itu Ario masuk SMP dan SMA di kota yang lebih besar di sana: Ternate. Di situ pula ada rumah sakit yang punya dokter ortopedi satu-satunya di sana.

Dokter tunggal itulah yang memasang pen di panggul sang ibu. Agar antara kaki dan panggul terhubung. Lalu pen itu akan dicopot lagi untuk dipasang yang baru.

Yogyakarta, Surabaya, Taipei, dan Bristol. Alangkah jauhnya dengan Maluku Utara –dalam segala apa saja. Tetapi itulah kampung halaman tercinta, apalagi ada ibunda di sana –ibunda yang full doa.(*)


Berita Selanjutnya:
Tembok Laut

Namanya: Ario Muhammad. Viral di medsos. Pun nama anaknya: Muhammad DeLiang Al-Farabi (11 tahun) yang prestasinya tinggi: sudah menulis 30 judul buku.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi, M. Fathra Nazrul Islam

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News