Makin Banyak Perempuan Indonesia Jadi Korban KDRT di Australia

Keluarga Nora, katanya, juga menyarankan sebagai istri harus mengikuti apa yang diperintahkan suami.
"Itulah mengapa saya tidak mau memberitahu keluarga," kata Nora.
Nora mengaku pernah melihat tindak KDRT ketika masih kecil. Ia mengatakan apa yang dialaminya tidak berbeda dengan apa yang pernah dilihatnya itu.
"Saya pernah melihat tante saya dipukuli oleh paman saya. Tidak seorang pun yang mengatakan apa-apa," katanya.
"Di sini keadaannya lebih baik karena masalah KDRT ini ditangani dengan serius. Di Indonesia kita yang harus menanggungnya sendiri," demikian menurut penilaian Nora.
"Dia menikahi untuk memanfaatkan saya"
Apa yang dialami Nora itu bukanlah hal yang aneh terjadi di Australia.
Setelah meninggalkan negerinya Ghana di Afrika, Gabrielle juga pindah ke Perth untuk menikah dengan pria yang sekarang sudah jadi mantan. Mereka bertemu saat pria tersebut liburan di Afrika.

Ditendang, dipukul, bahkan ditusuk dengan pisau merupakan sebagian dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami sejumlah perempuan di Australia, yang dilakukan suami mereka
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana