Makin Banyak Perempuan Indonesia Jadi Korban KDRT di Australia

"Saya bisa kembali ke Afrika, namun pasti akan menanggung malu dan orang pasti akan bergosip."
Walau Gabrielle masih mengkhawatirkan keselamatan diri dan anaknya, penyesalan lain yang masih ada adalah dia seharusnya sudah meninggalkan suaminya lebih cepat.
"Selamat" karena pindah ke Australia
Mina yang lahir di Agfhanistan pindah dari Iran ke Perth tujuh tahun lalu.
Setahun lalu dia memutuskan meninggalkan suaminya setelah mengalami KDRT secara fisik, emosional dan juga keuangan dari suaminya, yang juga selingkuh dengan perempuan lain.

Dia menceritakan apa yang dialaminya kepada ABC dengan bantuan penerjemah.
"Kekerasan itu terjadi selama bertahun-tahun dan ketika sudah di Perth juga. Saya tidak punya siapa pun yang bisa menolong. Saya harus merasakan semua tindak kekerasan."
"Saya tidak pernah ingat apakah tubuh saya tidak pernah memar. Sepertinya hampir setiap minggu atau setiap hari tubuh saya memar di mana-mana," katanya.
Ditendang, dipukul, bahkan ditusuk dengan pisau merupakan sebagian dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami sejumlah perempuan di Australia, yang dilakukan suami mereka
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana