Makin Berbahaya, Makin Istimewa
Trekking di Merapi Saat Kondisi Siaga
Senin, 25 Oktober 2010 – 10:33 WIB
Gunung Merapi diabadikan dari Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, (22/10) sehari setelah status dinaikkan menjadi siaga (Level 3). Warga dan wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Merapi yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Foto: HERMITIANTA/RADAR JOGJA
"Kami memutuskan tetap ke Kaliurang. Sayangnya kami ketinggalan bus untuk pergi ke Kaliurang dan kami harus ke sini dengan Taksi. Biayanya mahal sekali memang, tapi kami benar-benar ingin pergi ke sini," tuturnya. Thomas dan Silvan yang sudah berada tiga minggu di Indonesia akhirnya mendaftar paket wisata minat khusus Merapi di hostel Vogels milik Awuy. Paket wisata bernama Merapi Lava Hunter (MLH) memang lebih diminati wisatawan asing yang ingin berada dekat dengan pusat aktivitas vulkanik Merapi. Biaya untuk wisata ini adalah 20 USD per orang.
Lawrence juga datang dengan alasan serupa. Menurutnya, fenomena gunung api sangat menarik bila diamati dari dekat. Karena itu, dia sangat antusias dengan tur ini. "Fenomena alam seperti ini tidak ditemukan di sembarang tempat. Indonesia alamnya sangat beragam. Termasuk Merapi. Lagipula hutannya sangat indah," tuturnya yang sudah tinggal tiga hari di sana.
"Mereka malah datang saat Merapi ditetapkan siaga. Mungkin penasaran dengan aktivitas Merapi yang dari tahun ke tahun masih jadi gunung api paling aktif di dunia. Dulu saat tahun 2006, saya bersama tim National Geographic berada sangat dekat dengan titik Merapi karena mereka ingin membuat film dokumenter tentang erupsi Merapi," terang pria yang semasa mudanya pernah mendaki 26 gunung api di berbagai tempat.
Karena sudah berpengalaman dengan aktivitas Merapi dari tahun ke tahun, Awuy mengatakan trekking di Merapi aman. Hal ini juga dikatakan Kepala Desa Hargo Beja Wiryanto. "Memang ada peningkatan aktivitas. Tapi kalau dipimpin oleh profesional dan sudah biasa menjelajah Merapi, kegiatan ini masih aman dilakukan," ungkapnya.
SAAT Merapi ditetapkan dalam kondisi siaga, beberapa orang malah tertarik melakukan trekking di sana. Tentu saja, trekking di Merapi saat kondisi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara