Makin Edan, Duterte Sebut Uskup Katolik Layak Dibunuh

jpnn.com, MANILA - Mayoritas warga Filipina adalah penganut Katolik. Namun, statistik itu ternyata tak membuat Presiden Rodrigo Duterte takut bicara sembarangan soal pemuka agama tersebut.
Dilansir dari AlJazeera, presiden penuh kontroversi itu menyebut para uskup Katolik di Filipina adalah orang bodoh dan layak dibunuh. Makian itu terlontar lantaran Gereja Katolik kerap mengkritik kebijakan anti-narkoba Duterte yang brutal dan makan banyak korban.
"Uskup-uskup yang kalian miliki ini, bunuh mereka. Mereka adalah orang bodoh yang tidak berguna. Yang mereka lakukan hanyalah mengritik,” ujar Duterte saat berpidato di Istana Kepresidenan, Manila, Rabu (5/12).
Duterte lalu menyebut Gereja Katolik sebagai institusi paling munafik. Dia juga dengan lantang memproklamirkan bahwa tuhannya berbeda dengan yang disembah Gereja Katolik.
"Saya tidak pernah mengatakan saya tidak percaya pada Tuhan. Apa yang saya katakan adalah Tuhan Anda bodoh, Tuhan saya punya banyak akal sehat. Itulah yang saya katakan kepada para uskup. Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah seorang atheis," ujar Duterte.
Filipina adalah negara dengan populasi lebih dari 100 juta orang. Diperkirakan 90 persen di antaranya mengidentifikasikan diri sebagai Katolik. Duterte sendiri terlahir dari keluarga Katolik dan telah dibaptis. (ina/JPC)
Mayoritas warga Filipina adalah penganut Katolik. Namun, statistik itu ternyata tak membuat Presiden Rodrigo Duterte menghormati para pemuka agama tersebut
Redaktur & Reporter : Adil
- Masjid Al-Akbar Surabaya Sediakan Tempat Parkir Kendaraan Jemaah Salat Idulfitri
- Penangkapan Duterte Munculkan Kritik Terhadap Rezim Marcos Jr
- Duterte Disebut Sebagai Sosok Tegas & Tidak Pandang Bulu dalam Memberantas Narkoba
- Penangkapan Duterte, Tinjauan Tentang Kedaulatan Negara dan Yurisdiksi ICC
- Dunia Hari Ini: Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap di Bandara
- Go Global! UMKM Binaan Pertamina Sukses Ekspor Perdana Madu dan Teh ke Filipina