Malaysia Undang Lima Tokoh Indonesia
Rabu, 15 Juni 2011 – 16:18 WIB

Malaysia Undang Lima Tokoh Indonesia
JAKARTA - Malaysia mengundang lima tokoh Indonesia yang mewakili berbagai spektrum, untuk berbicara dalam seminar internasional bertajuk "The Future Malaysia-Indonesia Relations and ASEAN", di Kuala Lumpur, 25 Juli 2011. Kelima tokoh yang diundang itu antara lain Ketua DPR RI Marzuki Alie, Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Tohari, Ketua Indonesia Council on World Affairs Joop Ave, Kepala BNP2TKI M Jumhur Hidayat, serta anggota Eminent Persons Group (EPG) Indonesia/Direktur Pusat Kajian Hubungan Indonesia-Malaysia Fisip UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar.
"Masa depan kedua bangsa harus dibincangkan saat ini, karena masa kini adalah masa lalu dan masa depan adalah masa kini. Tidak ada masa depan tanpa masa kini," kata Musni Umar, Rabu (15/6), di Jakarta.
Baca Juga:
Sehubungan dengan itu, dikatakan lagi bahwa siang tadi, tiga duta besar Malaysia yaitu Datuk Redzuan Khusairi, Datuk Ahmad Mochtar Selat dan Datuk Santhanaban, didampingi Musni Umar, Nazarudin Nasution serta Ibrahim Yusuf (keduanya mantan Dubes RI di negara-negara ASEAN, Red), beraudiensi dengan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Tohari, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hayono Isman. Sementara sore ini, mereka juga dijadwalkan bertemu dengan Kepala BNP2TKI.
Musni mengatakan bahwa seminar ini juga dirancang untuk menghasilkan agenda aksi, seperti pembentukan Yayasan Malaysia-Indonesia (Yayasan Malindo), guna menghimpun dana dari kedua negara untuk memberikan beasiswa kepada putera-puteri kedua negara bertetangga. "Mereka yang orang tuanya tidak mampu, tetapi anaknya cerdas dan punya potensi maju, diberi dukungan dana berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di negara ketiga," jelasnya. (boy/jpnn)
JAKARTA - Malaysia mengundang lima tokoh Indonesia yang mewakili berbagai spektrum, untuk berbicara dalam seminar internasional bertajuk "The
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK
- Menteri Trenggono: Kades Kohod & Staf Diberi Waktu 30 Hari Bayar Denda Rp 48 M
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah