Maling Sasar Sejumlah Kampus, karena Pengamanan Lemah?

”Di sana (Fakultas Teknik) memang gak ada yang jaga. Tapi, tetap saya suruh satu orang untuk jaga di luar,” aku dia.
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, sasaran kejahatan tidak tertuju pada satu tempat. Misalnya, hanya di rumah saja atau di kampus saja. ”Di saat ada keramaian, itu bisa muncul niat dan kesempatan. Ada peluang di situ,” kata Alam.
Menurut kapolres, perlu dilakukan penjagaan guna menghindari terjadinya tindak pidana. Yang bertugas dan berwenang tentu pihak-pihak yang memiliki barang.
Untuk di wilayah kampus, upaya mencegah tindak pidana bisa dilakukan dengan sistem keamanan yang baik. Misalnya, membuat one gate system hingga melarang pihak yang tidak berkepentingan untuk masuk ke areal kampus.
”Kalau itu tidak dilakukan prosedurnya, pelaku residivis maupun yang baru akan memanfaatkan. Selama ini terjadi (pencurian) salah satu faktornya karena lemahnya pengamanan,” tandas Alam.(wahidi akbar sirinawa/r2)
Salah satu lokasi keramaian yang tak jarang disatroni maling adalah kampus, pelaku beraksi beraksi di siang dan malam hari.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Inilah 7 Sub-Bidang Ilmu dari Kampus di Indonesia Masuk Top 100 Dunia
- Remaja 20 Tahun di Koja Jakarta Utara Bacok Maling Motor
- Pengakuan Warga Pelaku Penganiayaan Maling Motor
- Diamuk Warga, Maling Motor Mati, Satu Pelaku Sekarat
- Pencari Bekicot Jadi Korban Salah Tangkap, Polres Grobogan Akui Salah, Aipda IR Diperiksa Propam
- Antares Eazy, Teknologi AI yang Aman dan Efisiensi untuk Kampus Modern