Mampukah Indonesia Jadi Mediator Taliban dan Pemerintah Afghanistan?
Namun dari pemberitaan media berbahasa Pashto di Afghanistan, yakni nunn.asia, disebutkan pertemuan membahas sejumlah isu di antaranya perdamaian Afghanistan dan perlunya persatuan umat Islam.
Media lokal di Afghanistan itu juga menulis bahwa sejumlah negara Islam dan negara di kawasan telah memperluas hubungan mereka dengan Taliban.
Negara-negara ini, terlepas dari menerima Taliban sebagai perwakilan resmi, juga membahas masa depan Afghanistan bersama mereka.
Media lainnya melaporkan bahwa, selain menemui Wapres JK delegasi Taliban itu juga sempat salat di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal, dan bertemu Pengurus Besar Nahdhatul Ulama dan MUI.
Pengamat politik internasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Nanto menilai pertemuan ini bermakna bahwa masyarakat Afghanistan memandang Indonesia mampu bertindak sebagai penengah.
Ia juga mengatakan Indonesia memang memposisikan diri untuk membantu perdamaian di Afghanistan.
Nanto bahkan memaparkan Indonesia punya potensi mengulang kesuksesan Jakarta Informal Meeting (2016) saat mengurai konflik Kamboja.
Tanggapan positif juga datang dari anggota Komisi I DPR RI yang membawahi urusan luar negeri, Dave Laksono.
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati
- Biaya Hidup di Australia Makin Mahal, Sejumlah Sekolah Berikan Sarapan Gratis
- Rencana Australia Membatasi Jumlah Pelajar Internasional Belum Tentu Terwujud di Tahun Depan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata