Mampukah Indonesia Jadi Mediator Taliban dan Pemerintah Afghanistan?

Namun dari pemberitaan media berbahasa Pashto di Afghanistan, yakni nunn.asia, disebutkan pertemuan membahas sejumlah isu di antaranya perdamaian Afghanistan dan perlunya persatuan umat Islam.
Media lokal di Afghanistan itu juga menulis bahwa sejumlah negara Islam dan negara di kawasan telah memperluas hubungan mereka dengan Taliban.
Negara-negara ini, terlepas dari menerima Taliban sebagai perwakilan resmi, juga membahas masa depan Afghanistan bersama mereka.
Media lainnya melaporkan bahwa, selain menemui Wapres JK delegasi Taliban itu juga sempat salat di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal, dan bertemu Pengurus Besar Nahdhatul Ulama dan MUI.
Pengamat politik internasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Nanto menilai pertemuan ini bermakna bahwa masyarakat Afghanistan memandang Indonesia mampu bertindak sebagai penengah.
Ia juga mengatakan Indonesia memang memposisikan diri untuk membantu perdamaian di Afghanistan.
Nanto bahkan memaparkan Indonesia punya potensi mengulang kesuksesan Jakarta Informal Meeting (2016) saat mengurai konflik Kamboja.
Tanggapan positif juga datang dari anggota Komisi I DPR RI yang membawahi urusan luar negeri, Dave Laksono.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana