Manasik Haji Dilakukan 10 Kali

Semua itu harus dilakukan dalam kondisi Arab Saudi yang sangat panas. Karena itu, dia meminta jamaah haji yang mempunyai masalah kesehatan berkonsultasi dengan petugas.
Eka menerangkan, ada lima hal yang harus diperhatikan oleh jamaah haji saat di Arab Saudi. Pertama, membiasakan untuk sarapan sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya.
Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke masjid. Sandal atau alas kaki harus dibawa ke dalam masjid. Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus.
Jangan lupa juga menggunakan masker setiap ke luar ruangan. ”Terakhir, jika sakit pada saat melontar jumroh bisa dibadalkan. Jangan memaksakan diri,” kata Eka.
Disinggung mengenai kesiapan SDM bidang kesehatan, Eka meyakinkan semua terkendali. Meskipun dari segi jumlah atau rasio petugas dan jamaah haji terlihat kurang, tetapi tim sudah terlatih untuk memberikan pelayanan yang optimal.
”Kami tim kesehatan menggunakan strategi jejaring dengan perangkat kloter lainnya dan memaksimalkan semua sumber daya yang ada. TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia, Red) tidak hanya bekerja sendiri, tetapi bersama ketua rombongan, ketua kloter, dan pembimbing ibadah,” ungkapnya. (lyn/wan)
Kementerian Agama sudah mengeluarkan panduan bimbingan manasik haji yang akan dilakukan 10 kali.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- ASITA Serius Benahi Travel Haji dan Umrah: Lindungi Jemaah dari Praktik Tidak Sehat
- Resmi, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah Jatuh pada 31 Maret
- Kemenag Perkuat Integrasi Islam dan Sains di Bidang Kedokteran
- Gerakan 'Ubah Jelantah Jadi Berkah' Dukung Ekoteologi dan Keberlanjutan
- Tanggal Berapa Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025? Simak Penjelasan Kemenag
- UIN Jakarta Masuk QS WUR 2025, Kemenag: Sejalan dengan Internasionalisasi PTKI