Mandela .

Mandela .
Mandela .
Mayoritas masyarakat kulit hitam Afrika muncul dalam keadaan terjebak masa lalu – banyak orang tertahan di “tanah air” yang memiliki sumber daya terbatas dan peluang yang sedikit, mereka tersingkirkan dari kekayaan pertanian dan mineral negara.

Dengan lonjakan index Gini (ukuran ketidakadilan sosial) yang mencapai 0.7 dan kemiskinan yang parah, sangat sulit untuk melihat Afrika yang menjadi anggota BRICS ini dapat bergerak maju.

Selain itu, kebijakan diskriminasi positif yang diadopsi oleh African National Congress (ANC) pemerintah telah memperlihatkan sebuah perpindahan kekayaan kepada kaum elit kulit hitam Afrika seperti Cyril Ramaphosa dan Tokyo Sexwale. Mereka mendapat manfaat kebijakan paling mencolok.

Setelah menjadi kapitalis di negaranya sendiri, kaum elit kulit hitam lambat laun berubah menjadi bos yang tak bisa dihentikan dan sangat tangguh – buktinya adalah kejadian berunsur Apartheid yang mengejutkan tahun lalu yaitu penembakan akibat sengketa di tambang Marikana.

SALAH satu tokoh perdamaian tersohor zaman modern sedang meredup. Nelson Mandela, “BapakBangsa” Afrika Selatan dan simbol rekonsiliasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News