Mangindaan Masuk Bursa Ketum PSSI
Senin, 14 Maret 2011 – 15:50 WIB

Mangindaan Masuk Bursa Ketum PSSI
JAKARTA - Saat ini, kondisi persepakbolaan Indonesia sedang carut-marut dengan perseteruan berbagai kalangan terkait keberadaan PSSI. Pro-kontra dan saling adu argumen terus bermunculan di seputar organisasi yang dipimpin Nurdin Halid ini. Keadaan ini pun membuat sejumlah nama terus terangkat untuk dijadikan pengganti Nurdin sebagai Ketum PSSI untuk periode 2011-2015.
Salah satu nama yang dianggap layak adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) EE Mangindaan. Di mana sejumlah kalangan menilai, mantan pengurus Persma Manado ini akan mampu mengangkat keterpurukan persepakbolaan nasional saat ini.
Baca Juga:
Hanya saja, putra Sulawesi Utara (Sulut) ini mengaku, dirinya belum berpikir untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Ia mengaku lebih memilih berkonsentrasi dengan pekerjaannya saat ini di kabinet pemerintahan Presiden SBY. "Kerjaan di Kemenpan & RB cukup padat," kata Mangindaan, Senin (14/3).
Namun begitu, Mangindaan tak lupa mendoakan, agar ke depan PSSI dapat memiliki pemimpin terbaik. "(Yaitu) Yang mampu memberikan kejayaan pada persepakbolaan kita. Kolektivitas kepemimpinan dalam hal ini, sangat diperlukan," ujarnya pula. (sto/jpnn)
JAKARTA - Saat ini, kondisi persepakbolaan Indonesia sedang carut-marut dengan perseteruan berbagai kalangan terkait keberadaan PSSI. Pro-kontra
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- 16 Besar German Open 2025: Alwi Farhan tak Gentar Hadapi Viktor Axelsen
- Jakarta Pertamina Enduro Lepas Erica Staunton, Sinyal Kedatangan Madison Kingdon?
- Ada yang Spesial Saat Persib Menghadapi Persebaya, Apa Itu?
- Liga Inggris: Liverpool Kukuh di Puncak Klasemen Setelah Hajar Newcastle United
- John Stones Bakal Absen 10 Pekan Memperkuat Manchester City
- R9: Cristiano Ronaldo bukan Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah