Manjakan Bankir Kelas Dunia, Wajar Sri Mulyani Dipuja
jpnn.com - JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin), Rizal Ramli, menganggap wajar pujian dan kekaguman para bankir internasional terhadap kiprah Sri Mulyani daat menjadi Menteri Keuangan (Menkeu). Pasalnya, Sri Mulyani saat menjadi Menkeu bersedia menerima pinjaman dari asing dengan kompensasi yang sangat luar biasa.
"Iya dinilai sukses oleh bankir dunia, bahkan IMF karena berani menerima pinjaman dengan kompensasi sampai 250 basis point. Pasti dipuji Sri Mulyani itu," kata Rizal Ramli, di Jakarta, Senin (9/9).
Dibandingkan dengan negara-negara penerima utang lainnya di kawasan Asia, lanjut Rizal, kompensasi yang diberikan Menkeu Sri mulyani sebesar 250 basis point itu tertinggi. "Di seluruh negara-negara Asia, Indonesia merupakan negara tertinggi memberikan keuntungan kepada bankir dunia dan IMF. Era Menkeu Agus Martowardojo 250 basis point itu ditinjau hilang. Itu sebuah prestasi Agus," ungkapnya.
Anehnya, kata Rizal, Tiongkok yang berhasil melipatgandakan devisa justru tidak pernah dipuji bankir barat. "Semakin tinggi perolehan devisa suatu negara membawa konsekuensi semakin tidak perlukan para bankir dan IMF. Jadi jangan dapat pujian," imbuh dia.
Rizal menambahkan, beberapa ekonom Tiongkok menyebut membaiknya devisa negeri berjuluk Tirai Bambu itu karena di saat krisis menerapkan prinsip ekonomi ala Soekarno. "Sementara Indonesia mengabaikan pemikiran Soekarno tentang ekonomi Indonesia," tegasnya.(fas/jpnn)
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin), Rizal Ramli, menganggap wajar pujian dan kekaguman para bankir internasional
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sukses Jalani Program Diet Khusus, 60 Polisi Trenggalek Diganjar Penghargaan
- MK Resmi Wajibkan Pendidikan Agama di Sekolah, Mendikdasmen Semringah
- Ahli Mempertanyakan Validitas Data Kerugian Negara Rp 271 Triliun di Kasus Timah
- Program Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Pakai Anggaran Pribadi Prabowo
- Menu Makan Bergizi Gratis, Istana: Susu Tak Wajib Tiap Hari
- Korban Dugaan Investasi Bodong Join Noop Geruduk Polda Metro Jaya, Ini Tuntutan Mereka