Mantan Anggota DPRD jadi Tukang Tambal Ban, Komentar Anda?

”Saya sebelum jadi anggota DPRD sudah berdagang palawija. Jadi begitu tidak menjabat lagi, ya tetap apa adanya. Kembali ke pekerjaan asal saya sebagai pedagang,” ujar kakek empat cucu ini.
Tidak sedikit teman seangkatan yang duduk di DPRD Banyuwangi periode tahun 2002-2009 yang terkejut, terharu, trenyuh, dan salut melihat pekerjaan barunya itu.
Betapa tidak, menjadi anggota DPRD Banyuwangi kala itu dengan gaji yang lumayan besar, bergelimang fasilitas, dan tunjangan. Mendadak langsung berbalik 180 derajat menjadi tukang tambal ban.
”Memang teman-teman seangkatan dengan saya banyak yang kaget, begitu melihat saya nambal ban. Termasuk Ketua DPRD Banyuwangi periode 2004-2009 Ir Wahyudi yang datang ke rumah untuk silaturahmi,” ungkapnya.
Gara-gara kekuatan mentalnya menghadapi kenyataan itulah, Muhyiddin kerap dikunjungi sejumlah rekan sejawat untuk memberi nasihat dan motivasi hidup.
”Buat apa malu, minder, gengsi. Kuncinya adalah seberapa besar kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Sejauh mana kita mampu menerima kenyataan. Itu saja,” jelas suami Yayuk Eko Wahyun, 57, ini.
Menentukan pilihan sebagai tukang tambal ban dan berjualan ban tersebut juga bukan sekadar pilihan.
Dari hasil analisisnya, ban merupakan salah satu produk yang harganya masih terjaga dengan baik, tidak terpengaruh dengan pasar dan dolar.
Muhyiddin Yusuf, 57, mantan anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PKB kini menekuni usahanya sebagai tukang tambal ban.
- Biadabnya Pelaku Perkosaan-Pembunuhan Anak di Banyuwangi
- Perkuat Risma-Hans, Hasto Konsolidasikan Gerakan di Bondowoso-Situbondo-Banyuwangi
- Tangis Haru Petani Buah Dikunjungi Khofifah: Terima Kasih Banyak Sudah Melihat Kami
- Kemenag Evaluasi Pengelolaan Wakaf, Tertib Administrasi
- PNM Beri Penghargaan kepada Wartawan Inspiratif di Journalist Journey 2024
- Pendaftaran PPPK 2024: Banyuwangi Siapkan 614 Formasi, Beri Kesempatan Besar untuk Honorer