Mantan Kadis Capil Konut jadi Tersangka
Rabu, 13 Juli 2011 – 00:05 WIB

Mantan Kadis Capil Konut jadi Tersangka
JAKARTA - Satu persatu pejabat dan mantan pejabat daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) ditetapkan sebagai tersangka. Setelah Bupati Kolaka, Buhari Matta ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), kini giliran mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil) Kabupaten Konawe Utara, Gusti Mashud jadi tersangka.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menetapkan Gusti sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyelewengan dana rutin saat menjabat tahun 2010. “Dana Rutin pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Konawe Utara Tahun 2010 senilai Rp 1 miliar lebih,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra Asrul Alimina yang dirilis Kejaksaan Agung, Selasa (12/7).
Baca Juga:
Menurut Asrul, hingga saat ini Tim Penyidik Kejati Sultra yang dipimpin Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidus) Tumpak Simanjuntak terus melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
Sebelumnya, Kejati Sultra juga telah menetapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Hasanuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan dana dari PT. Baula Petra Buana. Penyidik Kejati Sultra menilai tanpa ada dasar hukum yang mengatur, Hasanuddin melakukan pungutan dana
JAKARTA - Satu persatu pejabat dan mantan pejabat daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) ditetapkan sebagai tersangka. Setelah Bupati Kolaka, Buhari
BERITA TERKAIT
- 2 Desa di Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan Terendam Banjir
- Menteri Lingkungan Hidup Beri Teguran Keras untuk TPA Sarimukti
- Menjelang Ramadan, Wamendag Dyah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
- 2 Tahanan yang Kabur dari LPKA Mamuju Ditangkap Polres Majene
- Tragis Kematian Pria di Apartemen Cengkareng Jakbar
- Sebelum Buat Video Permintaan Maaf, Sukatani Ternyata Didatangi Polisi