Mantan Kombatan Bertutur Tentang Pemuda dan Radikalisme

Salah satunya adalah teladan dari Rasulullah Muhammad SAW.
Pertama, generasi muda harus mempunyai karakter dan jati diri.
Dia berharap generasi muda memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif.
Belajar dari pengalaman hidupnya, Sofyan mengajak generasi muda menyalurkan energi untuk pembangunan.
Selain itu, dalam rangka membentuk karakter bangsa, generasi muda jangan muda ternoda oleh paham-paham yang merusak .
“Menurut saya, ancaman radikalisme adalah ancaman besar, ancaman yang sangat serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Maksudnya paham-paham yang tidak mengerti tentang toleransi , tidak mengerti tentang kemajemukan yang ada di Indonesia sehingga itu menjadi pemicu perpecahan,” terang Sofyan.
Menurut hematnya, ancaman radikalisme harus diseriusi dan dilawan oleh generasi muda. Sebab, mereka adalah sasaran utama propaganda radikalisme.
Mereka juga harus paham bahwa ajaran radikalisme itu tidak cocok bagi Indonesia. Intinya, generasi muda harus terus menerus diberikan edukasi tentang jati diri bangsa. (jos/jpnn)
Muhammad Sofyan Tsauri. Nama ini dikenal sebagai mantan polisi yang juga eks kombatan teroris pengikut jaringan Al Qaeda.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024
- Paguyuban Ikhwan Mandiri Dukung Program Ketahanan Pangan
- BNPT Bakal Bentuk Satgas Kontra Radikalisasi Untuk Cegah Terorisme
- Amerika Coret Kuba dari Daftar Hitam Negara Pro-Terorisme, Selamat!