Mantan Pati TNI-Polri Berdiskusi, Sepakat Perjuangkan Ganjar Jadi Presiden ke-8 RI

jpnn.com, JAKARTA - Dukungan untuk Ganjar Pranowo sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024 terus mengalir dari berbagai kalangan.
Pada Sabtu (10/6) pagi, gubernur ke-15 Jawa Tengah itu menerima deklarasi dukungan dari kalangan pensiunan TNI-Polri, pegiat media, akademisi, dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Relawan Gapura Nusantara (RGN).
Deklarasi untuk bakal capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo, itu digelar di Kelapa Gading Sport Center, Jakarta Utara, Sabtu (10/6).
Sejumlah mantan perwira tinggi TNI dan Polri, antara lain, mantan KSAL Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh, eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, Irjen (Purn) Fakhrizal, Irjen (Purn) Erwin Tobing, dan banyak lagi pensiunan tentara maupun polisi, menghadiri deklarasi dukungan untuk Ganjar.
Pendiri RGN Bernard Kent Sondakh saat menyampaikan kata sambutan mengatakan dukungan untuk Ganjar itu telah melalui proses diskusi dan berbagai pertimbangan.
Menurut dia, Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang mampu melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan berani bersikap tegas dalam menghadapi radikalisme, terorisme, khilafah, dan intoleransi.
"Kami bersama teman-teman purnawirawan sering berdiskusi, siapa calon presiden yang tidak hanya bisa melanjutkan program Jokowi, tetapi juga berani dan tegas menghadapi radikalisme, terorisme, khilafah, dan intoleransi," ujar Bernard.
Akhirnya diskusi itu sampai pada satu kesimpulan tentang sosok yang harus didukung pada Pilpres 2024.
Mantan KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh menyatakan saatnya para mantan TNI dan Polri berjuang mengantar Ganjar Pranowo menjadi Presiden ke-8 RI.
- TB Hasanuddin Minta Kasus Dugaan Pembunuhan Jurnalis oleh Oknum TNI AL Diusut Tuntas
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- TB Hasanuddin Minta Kerja Sama Pemprov Jabar dan TNI AD Ditangguhkan, Ini Alasannya
- Seharusnya Hasan Nasbi Bicara Pengusutan Teror, Bukan Saran agar Tempo Masak Kepala Babi
- Anggota Komisi I DPR Dukung Dewan Pers Ungkap Kasus Teror Terhadap Tempo
- Ribuan Tentara Terimbas UU Baru TNI, Harus Pensiun atau Ditarik ke Barak Lagi