Mantan Pendeta Mengatakan Ex-Jihadis 'Orang yang Berkesan'

Ali mengakui latar belakangnya 'sangat bermasalah'
Jurnalis Australia yang pernah dipenjara di Mesir tahun 2013, Peter Greste mewawancarai Ali, ilmuwan sekaligus aktivis perdamaian Inggris melalui tautan video ke London di acara tersebut hari Minggu (10/06).
Kepada 800 orang penonton ia mengatakan telah jujur ??kepada pihak berwenang tentang masa lalunya.
"Saya sama sekali tidak terkejut akan ada hambatan untuk berikan visa karena latar belakang yang cukup bermasalah," katanya.
"Saya tidak tahu bagaimana komunikasi antara Australia dan Inggris dalam hal memverifikasi orang-orang dari latar belakang seperti saya yang sekarang aman. Tapi saya harus jujur ??dan terbuka dengan informasi yang diberikan."
Ali mengatakan dia tidak ingin menyembunyikan informasi apa pun.
"Saya ingin memastikan bahwa jika saya tidak diundang, itu karena alasan keamanan dan bukan yang lain, dan itu bisa diterima dan dimengerti oleh saya," katanya.
Kepada penonton, Peter mengungkapkan kekecewaannya karena Ali tidak diberikan visa.
"Seperti yang akan Anda perhatikan, hanya ada satu kursi di sini hari ini, yang saya rasa tidak biasa saat kita datang ke sesi yang seharusnya menjadi 'sebuah percakapan'," katanya.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya