Manusia Leopard Pilih Hidup Normal Lagi
Rabu, 29 Oktober 2008 – 01:34 WIB

Foto : Daily Mirror
BROADFORD - Setelah 20 tahun hidup layaknya binatang buas, manusia leopard, Tom Leppard, mulai menjalani hidup normal. Pria 73 tahun yang memiliki tato seperti macan tutul itu kini menempati rumah baru yang nyaman di Bradford Skye, Skotlandia. Lelaki eksentrik yang memiliki tato senilai GBP 5.500 (sekitar Rp 86,5 juta) ini sebelumnya tinggal dalam sebuah tempat penampungan dibawah atap yang terbuat dari lembaran plastik, tanpa listrik tanpa perabotan. Dan sekarang dia memilih tempat tinggal dengan sebuah kamar dan teras. Setelah bertahun-tahun, malam kemarin dia merasakan kembali bagaimana rasanya menggunakan listrik dan tidur di tempat tidur untuk pertama kalinya. Mantan manusia leopard ini merasakan santai di sofa kulitnya yang nyaman. ”Rasanya memang sangat aneh ditutupi dengan empat sisi dinding dan atap, tapi saya akan menggunakannya,” ujarnya.
Setiap minggu, dia harus mengayuh kano sejauh 4,8 kilometer untuk belanja. Di rumah sebelumnya, merupakan kawasan terpencil dekat dengan garis pantai Kyleakin. Mantan tentara pasukan khusus itu memasak di atas kompor gas dan tidur diatas tempat tidur yang terbuat dari papan dan gabus. ”Saya belajar hidup sederhana di sana, dan saya tidak butuh banyak didalam rumah, saya akan memasak kari, yang bisa bertahan beberapa hari,” ungkapnya.
Baca Juga:
Manusia bertato macan ini menjadi perhatian setelah dinobatkan sebagai pria paling bertato hingga saat ini. Dia mengaku sangat bahagia hidup seperti itu. Namun kini dia ingin kembali hidup normal dan mengurangi sisi liarnya. ”Saya sudah terlalu tua untuk kehidupan seperti itu,” ucapnya. Dan keputusan itu diambilnya saat enam minggu lalu seorang temannya datang berkunjung dan mengajak untuk hidup normal. ”Saya memutuskan begitu saja, dan lalu pergi,” kata pria kelahiran London itu.
Baca Juga:
BROADFORD - Setelah 20 tahun hidup layaknya binatang buas, manusia leopard, Tom Leppard, mulai menjalani hidup normal. Pria 73 tahun yang memiliki
BERITA TERKAIT
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang