Marak Penipuan Penjualan Anjing di Australia Selatan

Polisi Australia Selatan (SAPOL) mengatakan mereka sedang menyelidiki banyaknya penipuan yang menggunakan iklan palsu penjualan anjing, namun motif utamanya adalah penipuan.
Divisi Kejahatan Elektronik dan Komersial SAPOL mengataakn bahwa iklan ini biasanya dilakukan oleh para penipu lokal maupun internasional, dengan memasang iklan bahwa mereka memiliki anjing untuk dijual.
Beberapa iklan ini berakibat uang pembayaran dikirim ke rekening di luar negeri, sementara yang lainnya membayar ke rekening di Australia.
Polisi mengatakan bahwa penipuan penjualan anjing ini biasanya akan menyampaikan berbagai alasan mengenai perlunya pembayaran tambahan ataupun keterlambatan pengiriman.
Harga anjing di Australia berkisar antara 300 sampai seribu dolar (sekitar Rp 3 sampai Rp 10 juta).
Para pembeli ini biasanya akan diberitahu bahwa mereka mesti membayar lagi untuk vaksinasi oleh dokter hewan, atau perawatan lain, ataupun biaya tambahan bagi pengiriman anjing dan asuransi.
Dalam kasus lainnya, para penipu ini mengatakan bahwa anjing yang semula akan dijual mati sehingga pembeli harus menunggu anjing lainnya.
Dalam pernyataannya, polisi mengatakan bahwa masyarakat untuk lebih waspada dengan praktek penipuan ini untuk tidak memberikan data mengenai rekening bank begitu saja,
Polisi Australia Selatan (SAPOL) mengatakan mereka sedang menyelidiki banyaknya penipuan yang menggunakan iklan palsu penjualan anjing, namun motif
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana