Marc Marquez Kritis
jpnn.com - PHILLIP ISLAND - Marc Marquez dan timnya harus melakoni MotoGP Australia di Phillip Island akhir pekan ini dengan penuh perhitungan.
Marquez datang ke Phillip Island dengan empat mesin tersisa.
"Regulasi MotoGP mengizinkan pembalap untuk menggunakan delapan mesin sepanjang musim, dengan catatan mesin ke-8 boleh digunakan setelah balapan ke-18 dalam satu musim," bunyi kupasan di Motosan.
Itu artinya, untuk musim ini, mesin terakhir boleh dipakai setelah seri ke-18 MotoGP Thailand, yakni seri ke-19 MotoGP Malaysia.
"Hingga saat itu (sampai seri ke-18), tim harus 'bermain' dengan tujuh mesin yang tersedia."
Marc Marquez dan kru harus pintar-pintar turun ke sirkuit dengan empat mesin tersisa.
Kondisi itu terbilang mengkhawatirkan, kritis.
Perbandingannya, pembalap seperti Jorge Martin masih punya tujuh mesin, Pecco Bagnaia enam mesin, dan Enea Bastianini enam mesin.
Menjelang seri ke-17 MotoGP 2024, MotoGP Australia akhir pekan ini, Marc Marquez dalam situasi kritis.
- MotoGP 2025: Serbaanyar Livery Honda HRC Castrol
- Jadwal Lengkap MotoGP 2025, Marc Marquez Bisa Cetak Rekor
- Mantan Murid Valentino Rossi Beri Petuah kepada Pembalap Muda Indonesia, Apa Itu?
- Jorge Martin Sebut Pecco dan Marquez Jadi Pesaing Beratnya di MotoGP 2025
- Menjelang Presentasi KTM MotoGP 2025, Sang CEO Mengundurkan Diri
- Logo Estrella Galicia Menempel di Helm Marc Marquez, Red Bull?