Mardani: Ganjar Main di Ceruknya Pak Jokowi
"Jadi wajar kalau elektabilitasnya naik," tegasnya.
Nah, kata Mardani, tantangan buat Ganjar maupun nama-nama lainnya adalah bahwa penyelenggaran pilpres ada di 2024.
Menurut dia, bisa saja nanti muncul nama lain selain yang sudah ada. Mardani mengingatkan bahwa dulu nama Jokowi baru muncul pada 2012, atau dua tahun sebelum Pilpres 2014.
"Nanti kita lihat 2022 siapa yang muncul. Siapa tahu yang tadi tidak ada disebut, kemudian ada di 2022," ungkap Mardani.
Seperti diketahui, survei IPO menyatakan Ganjar di posisi teratas untuk elektabilitas Pilpres 2024. Elektabilitas politikus PDI Perjuangan itu 17,9 persen.
"Ganjar Pranowo tidak terlalu mengejutkan karena posisi Juli dia sudah di tiga besar, (kini) meningkat ke posisi teratas menjadi 17,9 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam paparan hasil survei IPO bertajuk "Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024", Rabu (28/10), secara virtual.
Prabowo Subianto di posisi kedua dengan raihan elektabilitas 16,4 persen, dan di tempat ketiga ada Anies Baswedan 15,3 persen.
Berikutnya secara berurutan ada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 8,8 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen, Mendagri Tito Karnavian 4,2 persen.
Ganjar main di ceruk pemilihnya Jokowi, sehingga wajar elektabilitasnya untuk Pilpres 2024 naik. Berbeda dengan Prabowo dan Anies yang main di ceruk non-Jokowi.
- Hadir di Kampanye Hairan-Amin, Kaesang Mengaku Utusan Jokowi
- Jadi Peserta TASPEN, Jokowi Terima Manfaat Pensiun dan THT
- Jokowi Terima Manfaat Pensiun dan Tabungan Hari Tua dari TASPEN
- Tom Lembong Diyakini Sudah Meminta Izin Jokowi terkait Kebijakan Impor Gula
- Ini Isi Pertemuan Tertutup Ahmad Luthfi dengan Prabowo dan Jokowi
- Jokowi Tanggapi Survei Litbang Kompas Pilgub Jateng yang Tempatkan Andika Unggul