Mari Bantu Perangi Virus Corona di Indonesia dengan Berhenti Merokok


Dr Avin mengatakan informasi soal 'social distancing' dan bagaimana melakukannya masih belum sepenuhnya dimengerti.
Ia mengaku pernah mencoba bertanya di WhatsApp grup sebuah kelompok PKK tingkat RT soal apa yang sudah ibu-ibu pahami dari pesan yang dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) soal 'social distancing'.
Avin mendapatkan bahwa pada umumunya anjuran untuk tidak keluar rumah sudah dimengerti dan bila keluar rumah harus menggunakan masker.
"Namun salah satu ibu mengatakan bahwa menjaga jarak itu bersifat fleksibel," jelas Dr Avin.
"Artinya, jika olah raga memang bisa diatur jaraknya 1 meter tetapi jika dalam pengajian, masa duduknya 1 meter-an, mestinya duduk berdekatan tetapi tidak perlu bercakap-cakap," demikian jawaban seorang ibu, seperti dituturkan Avin.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat sudah mengakar dan bahkan jadi identitas masyarakat.
Karenanya bisa menjadi hambatan dalam pelaksanaan 'social distancing'.
Dengan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan semakin meningkat di Indonesia, berbagai upaya masih bisa dilakukan untuk menghindari diri dari virus corona
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi