Maria Pilih Alternatif
Takut Operasi untuk Sembuhkan Lutut
Jumat, 02 Januari 2009 – 07:21 WIB
Rencananya, baru Senin (5/1) dia bergabung di Cipayung. "Saya berharap PB PBSI bisa maklum dengan kondisi saya. Pemberitahuan sudah saya berikan secara resmi," ungkap Maria yang diubungi Jawa Pos kemarin (1/1).
Cedera itu sudah lama diderita Maria. Bahkan sebelum bergabung dengan pelatnas. Dalam setiap penampilannya, dia tidak pernah lepas dari pelindung lutut. Dalam Olimpiade Beijing Agustus lalu, dia sebenarnya menahan sakit karena pada Piala Uber Mei lalu kondisi Maria cukup parah.
Lantas kenapa dia memilih pengobatan alternatif? Itu tidak lepas dari kekhawatirannya bahwa operasi akan memerlukan waktu panjang untuk penyembuhan. Jika itu terjadi, dia harus absen dari banyak kejuaraan. Dampaknya, akan lebih sulit baginya untuk mencapai performa terbaikn setelah absen panjang. Tidak hanya itu, peringkat dunianya akan melorot.
Sementara itu, Marleve Mainaky, pelatih pelatnas tunggal wanita PB PBSI, dan dokter PB PBSI Michael mengatakan belum mengetahui perkembangan kondisi Maria saat ini. "Pengobatan alternatif itu dipilih dengan mempertimbangkan risiko yang lebih tinggi jika Maria harus menjalani operasi," ungkap Marleve.
JAKARTA - Maria Kristin menumbuhkan kembali kepercayaan nomor tunggal wanita Indonesia tahun lalu. Kala itu dia merebut perunggu di Olimpiade 2008
BERITA TERKAIT
- Daftar 20 Tim Grand Finale Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025
- British School Jakarta dan SDN Pondok Jagung 02 Tumbangkan Juara
- Klasemen Akhir MotoGP 2024 dan Rapor Martin si Juara Dunia
- Pertamina Eco RunFest 2024 Siap Digelar, Ini Jadwal Pengambilan Race Pack Collection
- Race MotoGP Barcelona: Pecco Bilang Ada 8 Pembalap akan Menghalangi Martin
- Sembilan Inorga Ramaikan Jakarta Sport Festival 2024