Mario Rivaldi, Putra Petir Kreator Sepeda Motor Listrik
Belum Lahir Sudah Dipesan 1.000 Unit oleh PLN
Sabtu, 11 Agustus 2012 – 00:00 WIB

Mario Rivaldi (dua dari kiri), usai pertemuan dengan Presiden SBY (kiri) dan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) di Istana Negara Jogja 25 Mei 2012 lalu. Foto; Abror Rizki/Rumgapres
ABYOR adalah nama sepeda motor kreasi Mario. "Nama itu diberi oleh seorang dalang di Jogja. Artinya lampu yang menerangi," imbuhnya.
Siapa saja enam pihak tersebut" Pertama, Kementerian Ristek dan LIPI. Dua institusi itulah yang bersama Mario mengembangkan serta memproduksi komponen kunci ABYOR. Kedua, Itenas Bandung. Lembaga pendidikan tinggi itu sejak 2004 menyediakan SDM untuk pengembangan kendaraan listrik.
Ketiga, Kementerian Lingkungan Hidup yang sejak 2008 mendukung kendaraan listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Keempat, Intech Bandung. Mario menyebutkan, mitra strategis ABYOR itu adalah kumpulan alumnus Polman ITB yang ahli dalam precision engineering. Mereka itulah yang selanjutnya memproduksi komponen-komponen ABYOR secara masal.
Kelima, PLN. Menurut Mario, pengembangan kendaraan listrik tanpa charging station tidak akan optimal atau sama saja dengan kendaraan BBM tanpa SPBU. PLN-lah yang berperan dalam pengembangan infrastruktur dan sistem pengisian ulang otomatis.
Di antara lima Pandawa Putra Petir, ada sosok muda bernama Mario Rivaldi. Dialah kreator ABYOR, sepeda motor listrik pertama produk asli Indonesia.
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara