Maroko Investasi USD 800 Juta untuk Perkebunan

Meskipun NTT dikenal sebagai daerah kering daerah tersebut dapat memberikan iklim yang baik bagi produktivitas perkebunannya. Sifat tanah pada perkebunannya bersifat poros atau menyerap langsung air.
“Cuacanya menunjang dan tanahnya cocok untuk tebu. Persoalan air tidak masalah karena tanahnya bersifat poros yang langsung menyerap air. Jadi di bawahnya tersedia air sebenarnya,” kata dia.
Pemerintah, lanjutnya, mendorong investasi perkebunan tebu dengan penyedian lahan produksi seluas satu juta hektare untuk lokasi di luar Jawa. Dia menyetujui hal tersebut karena memang tidak mungkin lagi membangun perkebunan tebu di Jawa.
Selain perkebunan tebu, GDTC Majestic Agro Industri juga akan membangun peternakan sapi potong di areal yang sama. “Ini akan berjalan paralel. Peternakan sapi dan perkebunan tebu akan berjalan bersama-sama,” kata dia. (tan/jpnn)
Maroko memberi investasi USD 800 Juta untuk sektor peternakan dan perkebunan Indonesia.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- DPR Tuntut Ketegasan Pemerintah soal Kebun Milik Perusahaan di Kawasan Hutan
- Perkebunan jadi Tantangan & Peluang Penyuluh Pertanian Mewujudkan Swasembada Pangan
- TNI AD Merekrut Bintara Ahli Pertanian dan Perkebunan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Apkasindo dan TSIT Jalin Kerja Sama Menyiapkan Petani Sawit Indonesia Hadapi EUDR
- PTPN IV PalmCo Targetkan 2,1 Juta Bibit Unggul Diserap Petani Sawit
- Sektor Perkebunan jadi Penopang Kebutuhan Pangan dan Energi