Masalah Stunting Masih Jadi PR Besar Provinsi NTT

jpnn.com, KUPANG - Masalah stunting masih menjadi persoalan dan pekerjaan rumah (PR) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BKKBN, dr.Hasto Wardoyo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat (4/5).
Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Nusa Tenggara Timur memiliki 15 kabupaten berkategori merah.
Status merah tersebut berdasarkan prevalensi stuntingnya yang masih di atas 30 persen.
Tidak ada satupun daerah di NTT berstatus hijau yakni pravelensi stuntingnya antara 10 hingga 20 persen.
Apalagi berstatus biru untuk prevalensi stunting di bawah 10 persen.
Lima belas Kabupaten tersebut adalah Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Belu, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sabu Raijua, Manggarai, Lembata dan Malaka.
Sementara itu, ada lima kabupaten di NTT yang masuk ke dalam 10 besar daerah yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di tanah air.
Masalah stunting masih menjadi persoalan dan pekerjaan rumah (PR) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 425 Juta untuk Anak Terduga Stunting di Jonggol
- Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Andalkan DMS Cazbox by Metranet untuk Atasi Stunting
- Zakat dan Harapan bagi Generasi Bebas Stunting
- Program MBG di Bogor Dimulai, Upaya Baru Tekan Stunting
- Lewat Cara ini BRI Life Turut Berkontribusi Percepatan Pengentasan Stunting di Marunda