Masalah Tersembunyi di Australia: Migran dan Pengungsi Paling Banyak Jadi Gelandangan

Sebagaian besar mereka yang tidak punya rumah dan hidup menggelandang di Australia adalah pengungsi dan migran, Menurut para pengamat ini menjadi masalah tersembunyi, karena mereka tidak tahu harus mencari bantuan kemana.
Salah seorang yang mengalaminya adalah Roya Hamidavi dan keluarganya.
Setelah tiba dengan keluarganya di Christmas Island bersama ibu dan kakak laki-lakinya di tahun 2012, ia kemudian dipindahkan ke Adelaide, kemudian ke Brisbane.
Keluarga itu berasal dari Iran, dari suku Ahwazi. Mereka mendapatkan visa perlindungan sementara dan di tahun 2015 pindah ke kawasan pemukiman di sebelah barat Melbourne.
Mendapatkan rumah merupakan hal yang susah mereka lakukan.
"Susah sekali untuk mendapatkan tempat," katanya.
Mereka adalah pengungsi dan tidak memegang visa permanen.
Bahkan kalau pun ada rumah yang mampu mereka sewa, status mereka sebagai pengungsi menjadi kendala besar.
Pengamat sosial mengatakan banyak migran dan pengungsi tidak memiliki tempat tinggal dan terpaksa tidur di jalanan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi