Masjid Ini jadi Saksi Kekejaman Belanda yang Menembaki Jemaah Salat Jumat
Meskipun Masjid Cikoneng sudah ratusan tahun, namun kini belum dijadikan sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan.
"Kami minta pemerintah segera menetapkan Masjid Cikoneng Menes diterbitkan cagar budaya sebagai saksi penyebaran Islam di Banten," katanya.
Menurut dia, Masjid Cikoneng saat bulan suci Ramadan dan salat Jumat banyak dikunjungi jemaah dari Mandalawangi, Saketi, Cipecang, Pandeglang hingga Serang dan mereka berjalan kaki hingga puluhan kilometer.
Sebab, Masjid Cikoneng dibangun para penyebar Islam di Tanah Jawa sehingga memiliki nilai religius cukup tinggi.
Bahkan, masjid tersebut menjadi saksi kekejaman Belanda yang menembaki para jemaah yang tengah melaksanakan salat Jumat.
Saat itu, kata dia, pasukan Belanda mencari ulama yang memberontak melakukan perlawanan terhadap Belanda tahun 1948-an atau agresi kedua.
Meski Belanda menembaki, para jemaah berlarian menyelamatkan diri dan tidak ada satupun jamaah yang luka atau meninggal dunia.
"Pasukan Belanda menembaki jemaah di Masjid Cikoneng itu setelah ada mata-mata dari kepala desa setempat yang bersekutu dengan Belanda," katanya.
Beduk dan tongtong untuk memanggil salat yang berusia ratusan tahun di masjid hingga kini belum mengalami kerusakan.
- Proyek PIK 2 Dinilai Menguntungkan Rakyat, JMBB Suarakan Dukungan
- KMS Desak Kejagung Periksa Wawan Suami Airin dalam Kasus Dugaan Korupsi Sport Center Serang Banten
- Dukung Ketahanan Pangan, Polda Banten Tanam Jagung di Lahan 4.325 Hektare
- Dukung Program Prabowo, Polisi Bersama Jurnalis Gelar Uji Coba Makan Siang Bergizi di Sekolah
- Gali Potensi Lokal, Mendes PDT Yandri Susanto Keliling Desa di Banten
- PT. KSP Aktif Berpartisipasi Membangun Pendidikan Banten