Massa Black Lives Matter Desak Patung Figur Kolonial Australia Diturunkan

"Mengapa orang ingin mengenan seseorang seperti itu? Itu menjijikkan."

Patung Perdana Menteri Pertama Australia
Ribuan warga di Australia juga telah menandatangani petisi yang menuntut penurunan patung perdana menteri pertama Australia, Sir Edmund Barton, dari situs pemakaman tradisional di New South Wales.
Perempuan asal Port Macquarie, Arlene Mehan, yang juga dari suku Birpai di kawasan Mid Coast Utara, memimpin kampanye tersebut.
Ia menuntut pemerintah setempat memindahkan patung dari taman Green Town di tepi Sungai Hastings.
Petisi yang sudah beredar selama lebih dari sepekan ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.100 tanda tangan, dengan waktu yang bersamaan dengan serangkaian aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter'.

Arlene mengaku jika patung mantan PM Barton selalu menjadi masalah bagi dirinya dan keluarganya.
Serangkaian unjuk rasa terkait 'Black Lives Matter' yang digelar di sejumlah kota-kota besar di Australia selama akhir pekan lalu telah mendorong agar patung yang dianggap menyakitkan warga Aborigin diturunkan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi